BAB I
PENDAHULUAN
A.
Kompetensi Inti :
KI
1 : Menghayati
dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
KI
2 : Menghayati
dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong
royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan
menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam
berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam
menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
KI
3 : Memahami,
menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural dan
metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan,
teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan,
kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta
menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai
dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
KI
4 : Mengolah,
menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak
secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metoda sesuai kaidah
keilmuan.
A.
Kompetensi Dasar dan Indikator
Kompetensi Dasar
|
Indikator
|
1.1 Mensyukuri
pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di Indonesia untuk kesejahteraan rakyat
|
1.1.2 Mensyukuri
pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di Indonesia untuk kesejahteraan rakyat
|
2.1 Bersikap jujur,
disiplin, tanggung jawab, peduli, kreatif, dan mandiri dalam upaya mengatasi
permasalahan pembangunan di Indonesia
|
2.1.1
Bersikap
jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli, kreatif, dan mandiri dalam upaya
mengatasi permasalahan pembangunan di Indonesia
|
3.6 Menganalisis Indeks harga dan inflasi
|
3.6.4 Mendeskripsikan
pengertian inflasi
3.6.5
Mengidentifikasi
penyebab inflasi
3.6.6 Mengklasifikasikan
jenis-jenis inflasi
3.6.6
Menghitung
inflasi
3.6.7 Menganalisis dampak
dan cara mengendalikan inflasi
|
4.6 Menyajikan
temuan hasil analisis indeks harga dan inflasi
|
4.6.1 Siswa dapat menyimulasikan hasil temuan
analisis indek harga
|
B.
Tujuan Pembelajaran
Melalui kegiatan diskusi diharapkan siswa terlibat
aktif dalam kegiatan pembelajaran dan bertanggungjawab dalam menyampaikan
pendapat, menjawab pertanyaan, memberi saraan dan kritik, serta:
a.
Melalui kegiatatan pembelajaran siswa mampu Mensyukuri pembangunan
dan pertumbuhan ekonomi di Indonesia untuk kesejahteraan rakyat .
b.
Melalui kegiatan pembelajaran siswa mampu bersikap jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli,
kreatif, dan mandiri dalam upaya mengatasi permasalahan pembangunan di
Indonesia .
c.
Melalui
kegiatan tanya jawab siswa mampu mendeskripsikan pengertian inflasi
d.
Melalui
kegiatan diskusi siswa mampu mengidentifikasi penyebab inflasi
e.
Melalui
kegiatan diskusi siswa mampu mengklasifikasikan
jenis-jenis inflasi
f.
Melalui
kegiatan diskusi siswa mampu menghitung
inflasi
g.
Melalui
kegiatan diskusi siswa mampu menganalisis dampak dan cara mengendalikan inflasi
BAB
II
KEGIATAN
PEMBELAJARAN DAN METODE
A.
Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan Pembelajaran
|
Alokasi Waktu
|
Pendahuluan
·
Guru memberikan salam ketika akan berbicara di depan
kelas.
·
Menanyakan kesiapan siswa untuk belajar.
·
Mempersilakan siswa memimpin do’a, membaca asmaulhusna dan
Alqur’an.
·
Guru mengecek
absensi siswa.
· Guru mengadakan
tanya jawab tentang minggu lalu.
· Guru menyampaikan tujuan
pembelajaran yang ingin dicapai. Sebagai apersepsi untuk mendorong rasa
ingin tahu dan berpikir kritis,
siswa diajak berfikir tentang
inflasi
· Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
yang ingin dicapai.
|
20
menit
|
Inti
Mengamati :
· Untuk
membangun konteks pembelajaran peserta didik membaca materi tentang pengertian inflasi, penyebab inflasi, jenis-jenis inflasi, menghitung inflasi, dampak dan cara
mengendalikan inflasi
Menanya :
·
Guru
memberikan kesempatan kepada siswa untuk menanyakan hal-hal
yang belum dipahami dari informasi
yang diperoleh dari buku sumber atau bahan ajar
·
Siswa memberi tanggapan atau jawaban dari pertanyaan temannya
Mengeksplorasi :
· Guru membagi siswa kedalam beberapa
kelompok yang terdiri dari 4 orang kelompok
· Setiap
orang mendapat sub materi yang berbeda.
· Peserta
didik mengumpulkan informasi tentang pengertian inflasi, penyebab inflasi, jenis-jenis inflasi, menghitung inflasi, dampak dan cara
mengendalikan inflasi
Mengasosiasi :
·
Peserta didik yang mendapatkan sub bab yang sama
bergabung dalam kelompok ahli dan berdiskusi menganalisis dan menyimpulkan
materi yang didapat.
·
Peserta didik kembali ke kelompok asal dan bertugas
mengajar anggota kelompok lainnya
Mengkomunikasikan
:
·
Dengan sikap tanggung jawab secara bergantian kelompok
ahli mempresetasikan hasil analisis dan simpulan tentang inflasi.
·
Kelompok lain secara responsif menanggapi hasil kerja
temannya
|
140
menit
|
Penutup
· Dengan
sikap tanggung jawab peserta didik dibimbing oleh guru menyimpulkan
pembelajaran
· Peserta
didik mengumpulkan hasil diskusinya
· Bersama
guru, siswa mengidentifikasi hambatan-hambatan yang dialami saat pembelajaran
· Guru menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya
|
20
menit
|
B.
Metode Pembelajaran
Pendekatan : Scientific (pendekatan ilmiah)
Metode :
diskusi kelompok tipe jigsaw
BAB
III
MATERI
AJAR
INFLASI
A. Pengertian
Inflasi
Dalam ekonomi, inflasi memiliki pengertian
suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus (kontinu).
Dengan kata lain, inflasi merupakan proses menurunnya nilai mata uang secara
kontinu. Inflasi merupakan proses suatu peristiwa dan bukan tinggi-rendahnya
tingkat harga. Artinya, tingkat harga yang dianggap tinggi belum tentu
menunjukkan inflasi. Dianggap inflasi jika terjadi proses kenaikan harga yang
terus-menerus dan saling memengaruhi. Penggunaan inflasi digunakan untuk
mengartikan peningkatan persediaan uang, yang kadangkala dilihat sebagai
penyebab meningkatnya harga.
B. Penyebab
Inflasi
1.
Tarikan permintaan
(Demand pull inflation)
Bertambahnya permintaan terhadap barang
dan jasa menyebabkan bertambahnya permintaan faktor-faktor produksi.
Meningkatnya permintaan terhadap produksi menyebabkan harga faktor produksi
meningkat. Jadi, inflasi terjadi karena kenaikan dalam permintaan total sewaktu
perekonomian yang bersangkutan dalam situasi full employment. Inflasi yang
ditimbulkan oleh permintaan total yang berlebihan sehingga terjadi perubahan
pada tingkat harga dikenal dengan istilah demand pull inflation.
2.
Desakan biaya (Cost
push inflation)
Inflasi ini terjadi akibat meningkatnya
biaya produksi (input) sehingga mengakibatkan harga produk-produk (output) yang
dihasilkan ikut naik.
C. Asal Terjadinya Inflasi
1.
Dari luar negeri (imported inflation)
Inflasi
ini terjadi akibat adanya kenaikan harga di luar negeri yang menyebabkan
kenaikan harga di dalam negeri. Misalnya, bila harga gandum yang diimpor dari
luar negeri naik, maka harga tepung terigu dan roti di dalam negeri juga akan
naik.
2.
Dari dalam negeri (domestic inflation)
Misalnya:
·
Terjadi defisit
anggaran secara terus menerus yang kemudian ditutup dengan mencetak uang baru.
Penciptaan uang baru yang berlebihan akan menyebabkan inflasi.
·
Terjadinya gagal panen.
·
Kredit untuk keperluan
produksi dibatasi
D. Teori-teori
Inflasi
1.
Teori Kuantitas (irving
Fisher)
Inflasi
kuantitas diakibatkan oleh 2 faktor, yaitu:
·
Jumlah uang yang
beredar
·
Psikologi (harapan)
masyarakat mengenai kenaikan harga di masa mendatang
2.
Teori Keynes
Menurut
teori Keynes inflasi terjadi karena 2 faktor, yaitu:
·
Keinginan masyarakat
untuk hidup di luar batas kemampuan ekonominya.
·
Adanya perebutan rejeki
antar kelompok
3.
Teori Strukturalis
Menurut
teori strukturalis, inflasi disebabkan oleh 2 faktor, yaitu:
·
Kekakuan
(ketidakelastisan) penerimaan ekspor
·
Kekakuan
(ketidakelastisan) penawaran bahan makanan
E. Cara
Menghitung Laju Inflasi
Ada
3 cara pengukuran dalam memahami laju inflasi:
·
Membandingkan rata-rata
tahunan
·
Membandingkan bulan ini
dengan bulan yang sama tahun lalu
·
Membandingkan bulan ini
dengan bulan yang lalu
Untuk
menghitung besarnya laju inflasi dapat digunakan Indeks Harga, sebagai berikut:
Laju
inflasi =
x 100%
Contoh:
IHK bulan April 2004 adalahh 111,91
sementara IHK bualn Maret 2004 adalah 110,83, maka laju inflasi bulan April
2004 adalah?
Jawab:
Laju inflasi =
x
100%
=
x 100%
=
x 100%
= 0,97
F. Penggolongan
Inflasi
1.
Berdasarkan asal
timbulnya inflasi
ü Inflasi
berasal dari dalam negeri, misalnya sebagai akibat terjadinya defisit anggaran
belanja yang dibiayai dengan cara mencetak uang baru dan gagalnya pasar yang
berakibat harga bahan makanan menjadi mahal.
ü Inflasi
yang berasal dari luar negeri, yaitu inflasi sebagai akibat naiknya harga
barang impor. Hal ini terjadi akibat biaya produksi barang di luar negeri
tinggi atau adanya kenaikan tarif impor barang.
2.
Berdasarkan cakupan
pengaruh kenaikan harga
Jika
kenaikan harga secara umum hanya berkaitan dengan beberapa barang tertentu
secara kontinu disebut inflasi tertutup (closed inflation), dan apabila
kenaikan harga terjadi secara keseluruhan disebut inflasi terbuka (open
inflation), sedangkan apabila serangan inflasi demikian hebatnya dan setiap
saat harga-harga terus berubah dan meningkat sehingga orang tidak dapat menahan
uang lebih lama disebabkan nilai uang terus merosot disebut inflasi yang tak
terkendali (hyperinflation).
3.
Berdasarkan parah atau
tidaknya inflasi
ü Inflasi
ringan (di bawah 10% setahun),
ü Inflasi
sedang (antara 10%–30% setahun),
ü Inflasi
berat (antara 30%–100% setahun), dan
ü Inflasi
tak terkendali (di atas 100% setahun)
G. Dampak
Inflasi
Secara
umum, inflasi memiliki dampak positif dan dampak negatif, tergantung parah atau
tidaknya inflasi. Apabila inflasi itu ringan, justru mempunyai pengaruh yang
positif dalam arti dapat mendorong perekonomian lebih baik, yaitu meningkatkan
pendapatan nasional dan membuat orang bergairah untuk bekerja, menabung, dan
mengadakan investasi.
Sebaliknya, dalam masa inflasi yang
parah, yaitu pada saat terjadi inflasi tak terkendali (hiperinflasi) keadaan
perekonomian menjadi kacau dan perekonomian dirasakan lesu, orang menjadi tidak
bersemangat kerja, menabung, atau mengadakan investasi dan produksi karena
harga meningkat dengan cepat, para penerima pendapatan tetap, seperti pegawai
negeri atau karyawan swasta, serta kaum buruh akan kewalahan menanggung dan
mengimbangi harga sehingga hidup mereka menjadi semakin merosot dan terpuruk
dari waktu ke waktu.
1.
Bagi pemilik pendapatan
tetap dan tidak tetap
Bagi
masyarakat yang memiliki pendapatan tetap, inflasi sangat merugikan. Kita ambil
contoh seorang pensiunan pegawai negeri tahun 1990. Pada tahun 1990, uang
pensiunnya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Namun, di tahun 2003 atau
tiga belas tahun kemudian, daya beli uangnya mungkin hanya tinggal setengah.
Artinya, uang pensiunnya tidak lagi cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Sebaliknya, orang yang mengandalkan pendapatan berdasarkan keuntungan, seperti
pengusaha, tidak dirugikan dengan adanya inflasi. Begitu juga dengan pegawai
yang bekerja di perusahaan dengan gaji mengikuti tingkat inflasi.
2.
Bagi para penabung
Inflasi menyebabkan orang enggan untuk
menabung karena nilai mata uang semakin menurun. Memang tabungan menghasilkan
bunga, tetapi jika tingkat inflasi di atas bunga, nilai uang tetap menurun.
Jika orang tidak menabung, dunia usaha dan investasi akan sulit berkembang
karena untuk berkembang dunia usaha membutuhkan dana dari bank yang diperoleh
dari tabungan masyarakat.
3.
Bagi debitur dan
kreditur
Bagi orang yang meminjam uang kepada
bank (debitur), inflasi menguntungkan karena pada saat pembayaran utang kepada
kreditur, nilai uang lebih rendah dibandingkan pada saat meminjam. Sebaliknya,
kreditur atau pihak yang meminjamkan uang akan mengalami kerugian karena nilai
uang pengembalian lebih rendah jika dibandingkan pada saat peminjaman.
4.
Bagi produsen
Bagi produsen, inflasi dapat
menguntungkan Jika pendapatan yang diperoleh lebih tinggi daripada kenaikan
biaya produksi. Jika hal ini terjadi, produsen terdorong untuk melipatgandakan
produksinya (biasanya terjadi pada pengusaha besar). Namun, jika inflasi
menyebabkan naiknya biaya produksi hingga pada akhirnya merugikan produsen,
produsen enggan untuk meneruskan produksinya. Produsen dapat menghentikan
produksinya untuk sementara waktu, bahkan jika tidak sanggup mengikuti laju
inflasi, dapat gulung tikar (biasanya terjadi pada pengusaha kecil).
5.
Bagi perekonomian
nasional
ü Investasi
berkurang.
ü Mendorong
tingkat bunga.
ü Mendorong
penanam modal yang bersifat spekulatif.
ü Menimbulkan
kegagalan pelaksanaan pembangunan.
ü Menimbulkan
ketidakpastian keadaan ekonomi pada masa yang akan datang.
ü Menyebabkan
daya saing produk nasional berkurang.
ü Menimbulkan
defisit neraca pembayaran.
ü Merosotnya
tingkat kehidupan dan kesejahteraan masyarakat.
H. Peran
Bank Sentral
Bank
sentral memainkan peranan penting dalam mengendalikan inflasi. Bank sentral
suatu negara pada umumnya berusaha mengendalikan tingkat inflasi pada tingkat
yang wajar. Beberapa bank sentral bahkan memiliki kewenangan yang independen
dalam artian bahwa kebijakannya tidak boleh diintervensi oleh pihak di luar
bank sentral, termasuk pemerintah. Hal ini disebabkan sejumlah studi
menunjukkan bahwa bank sentral yang kurang independen—salah satunya disebabkan
intervensi pemerintah yang bertujuan menggunakan kebijakan moneter untuk
mendorong perekonomian—akan mendorong tingkat inflasi yang lebih tinggi. Bank sentral umumnya mengandalkan jumlah
uang beredar dan/atau tingkat suku bunga sebagai instrumen dalam mengendalikan
harga. Selain itu, bank sentral juga berkewajiban mengendalikan tingkat nilai
tukar mata uang domestik. Hal ini disebabkan nilai sebuah mata uang dapat
bersifat internal (dicerminkan oleh tingkat inflasi) ataupun eksternal (kurs).
Saat ini pola inflation targeting banyak diterapkan oleh bank sentral di seluruh
dunia, tidak kecuali Bank Indonesia.
I.
Cara-cara Mengatasi
Inflasi
1.
Kebijakan Moneter
Seperti
yang telah disebutkan di atas, peran bank sentral dalam mengatasi inflasi
adalah dengan mengatur jumlah uang yang beredar. Kebijakan yang diambil oleh
bank sentral tersebut dinamakan kebijakan moneter, yaitu dengan menggunakan
cara-cara sebagai berikut:
ü Politik
Diskonto (discount policy) adalah politik bank sentral untuk memengaruhi
peredaran uang dengan jalan menaikkan dan menurunkan tingkat bunga. Dengan
menaikkan tingkat bunga diharapkan jumlah uang yang beredar di masyarakat akan
berkurang karena orang akan lebih banyak menyimpan uangnya di bank daripada
menjalankan investasi.
ü Politik
Pasar Terbuka (open market policy) dijalankan dengan membeli dan menjual
surat-surat berharga. Dengan menjual suratsurat berharga diharapkan uang akan
tersedot dari masyarakat.
ü Politik
Persediaan Kas (cash ratio policy) adalah politik Bank Sentral untuk
memengaruhi peredaran uang dengan jalan menaikkan dan menurunkan persentase
persediaan kas dari bank. Dengan dinaikkannya persentase persediaan kas,
diharapkan jumlah kredit akan berkurang.
ü Pengawasan
kredit secara selektif.
2.
Kebijakan Fiskal
Selain
kebijakan moneter, pemerintah dapat juga memberlakukan kebijakan fiskal yaitu
kebijakan yang berhubungan dengan pengaturan penerimaan dan pengeluaran Negara.
Jadi yang diatur dalam kebijakan fiskal adalah:
ü Pengaturan
pengeluaran pemerintah (APBN) dan
ü Peningkatan
tarif/pajak.
3.
Kebijakan Nonmoneter
Selain
dua kebijakan di atas ada juga yang disebut kebijakan nonmoneter yang mengatur
hal-hal berikut:
ü Peningkatan
produksi.
ü Kebijakan
upah.
ü Pengawasan
harga.
BAB IV
EVALUASI DAN
PENILAIAN
SOAL-SOAL
Pilihlah
salah satu jawaban yang tepat!
1.
Suatu keadaan yang menunjukkan
kecendrungan harga naik secara terus-menerus disebut ….
a.
Inflasi d.
Revaluasi
b.
Deflasi e.
Depresiasi
c.
Devaluasi
2.
Inflasi yang terjadi karenadorongan
permintaan masyarakat yang meningkat disebut ….
a.
Cost
push inflation d. Domestic inflation
b.
Demand
pull inflation e.
Inflasi yang terkendali
c.
Imported
inflation
3.
Inflasi yang terjadi karena adanya
peningkatan biaya produksi disebut dengan ….
a.
Cost
push inflation d. Domestic inflation
b.
Demand
pull inflation e.
Inflasi yang terkendali
c.
Imported
inflation
4.
Salah satu penyebab terjadinyainflasi
adalah factor psikologi masyarakat. Hal ini dikemukakan dalam teori ….
a.
Teori strukturalis d. Teori persamaan transaksi
b.
Teori Keynes e. Teori pasar uang terbuka
c.
Teori kuantitas
5.
Dibawah ini yang merupakan cirri
terjadinya inflasi adalah ….
a.
Nilai uang naik d. Harga stabil
b.
Nilai uang turun e. Harga turun
c.
Tingkat kesejahteraan masyarakat
meningkat
6.
Salah satu cara mengatasi inflasi adalah
dengan menaikkan tingkat suku bunga. Kebijakan ini termasuk kebijakan ….
a.
Revaluasi d. Moneter
b.
Riil e.
Depresiasi
c.
Fiskal
7.
Salah satu cara mengatasi inflasi
melalui kebijakan fiscal adalah dengan menempuh kebijakan ….
a.
Menjual surat-surat obligasi
b.
Menaikkan hasil produksi
c.
Melakukan penambahan belanja
d.
Menaikkan suku bunga
e.
Menaikkan pajak
8.
Salah satu cara untuk mengetahui atau
menghitung laju inflasi yang terjadi di sebuah Negara adalah dengan
memperhatikan ….
a.
Indeks Harga Konsumen
b.
Tingkat penjualan
c.
Berapa banyaknya uang beredar
d.
Tingkat suku bunga
e.
Kebijakan moneter dan fiskal yang
diambil pemerintah
9.
Diantara berbagai cara membaca inflasi,
cara yang paling baik untuk melihat tren harga secara keseluruhan adalah dengan
cara ….
a.
Membaca indeks harga konsumen
b.
Membandingkan rata-rata tahunan
c.
Membandingkan bulan ini dengan bulan
lalu
d.
Membandingkan bulan ini dengan bulan
yang sama tahun lalu
e.
Membandingkan jumlah inflasi tahun ini
dengan jumlah inflasi tahun lalu
10. Jika
IHK bulan ini adalah 250, sedangkan IHK bulan lalu adalah 200. Maka laju
inflasi sebesar ….
a.
0,025% d.
25%
b.
0,25% e.
250%
c.
2%
Kunci
Jawaban:
1.
A 6.
D
2.
B 7.
E
3.
A 8.
A
4.
B 9.
C
5.
B 10.
D
Sumber belajar
1.
Case
& Fair. 2004. Prinsip-Prinsip Ekonomi
Makro. Jakarta :Gramedia
2.
Suramo,
dkk. 2004. Ekonomi SMA kelas XI.
Jakarta: Erlangga


0 comments:
Posting Komentar