Pages

Banner 468 x 60px

 

Sabtu, Mei 19, 2018

Indeks Harga dan Inflasi

0 comments

BAB I
PENDAHULUAN
A.       Kompetensi Inti :
KI 1     : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
KI 2     : Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
KI 3     : Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
KI 4     : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.

A.  Kompetensi Dasar dan Indikator
Kompetensi Dasar
Indikator
1.1  Mensyukuri pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di Indonesia untuk kesejahteraan rakyat
1.1.2 Mensyukuri pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di Indonesia untuk kesejahteraan rakyat

2.1  Bersikap jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli, kreatif, dan mandiri dalam upaya mengatasi permasalahan pembangunan di Indonesia

2.1.1   Bersikap jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli, kreatif, dan mandiri dalam upaya mengatasi permasalahan pembangunan di Indonesia
3.6 Menganalisis Indeks harga dan inflasi
3.6.4 Mendeskripsikan pengertian inflasi
3.6.5   Mengidentifikasi penyebab inflasi
3.6.6 Mengklasifikasikan jenis-jenis inflasi
3.6.6   Menghitung inflasi
3.6.7 Menganalisis dampak dan cara mengendalikan inflasi
4.6 Menyajikan temuan hasil analisis indeks harga dan inflasi
4.6.1  Siswa dapat menyimulasikan hasil temuan analisis indek harga

B.   Tujuan Pembelajaran
Melalui kegiatan diskusi diharapkan siswa terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran dan bertanggungjawab dalam menyampaikan pendapat, menjawab pertanyaan, memberi saraan dan kritik, serta:
a.       Melalui kegiatatan pembelajaran siswa mampu Mensyukuri pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di Indonesia untuk kesejahteraan rakyat .
b.      Melalui kegiatan pembelajaran siswa mampu  bersikap jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli, kreatif, dan mandiri dalam upaya mengatasi permasalahan pembangunan di Indonesia .
c.       Melalui kegiatan tanya jawab siswa mampu mendeskripsikan pengertian inflasi
d.      Melalui kegiatan diskusi siswa mampu mengidentifikasi penyebab inflasi
e.       Melalui kegiatan  diskusi siswa mampu mengklasifikasikan jenis-jenis inflasi
f.       Melalui kegiatan  diskusi siswa mampu menghitung inflasi
g.       Melalui kegiatan diskusi siswa mampu menganalisis dampak dan cara mengendalikan inflasi

























BAB II
KEGIATAN PEMBELAJARAN DAN METODE

A.     Kegiatan Pembelajaran
                                      Kegiatan Pembelajaran
Alokasi Waktu
Pendahuluan
·      Guru memberikan salam ketika akan berbicara di depan kelas.
·      Menanyakan kesiapan siswa untuk belajar.
·      Mempersilakan siswa memimpin do’a, membaca asmaulhusna dan Alqur’an.
·      Guru mengecek absensi siswa.
·      Guru mengadakan tanya jawab tentang minggu lalu.
·      Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Sebagai apersepsi untuk mendorong rasa ingin tahu dan berpikir kritis, siswa diajak berfikir tentang inflasi
·      Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.
20 menit
Inti
Mengamati :
·      Untuk membangun konteks pembelajaran peserta didik membaca materi tentang pengertian inflasi, penyebab inflasi, jenis-jenis inflasi, menghitung inflasi, dampak dan cara mengendalikan inflasi


Menanya :
·         Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menanyakan hal-hal yang belum dipahami dari informasi yang diperoleh dari buku sumber atau bahan ajar
·         Siswa memberi tanggapan atau jawaban dari pertanyaan temannya

Mengeksplorasi :
·      Guru membagi siswa kedalam beberapa kelompok yang terdiri dari 4 orang kelompok
·      Setiap orang mendapat sub materi yang berbeda.
·      Peserta didik mengumpulkan informasi tentang pengertian inflasi, penyebab inflasi, jenis-jenis inflasi, menghitung inflasi, dampak dan cara mengendalikan inflasi 

Mengasosiasi :
·           Peserta didik yang mendapatkan sub bab yang sama bergabung dalam kelompok ahli dan berdiskusi menganalisis dan menyimpulkan materi yang didapat.
·           Peserta didik kembali ke kelompok asal dan bertugas mengajar anggota kelompok lainnya

Mengkomunikasikan :
·         Dengan sikap tanggung jawab secara bergantian kelompok ahli mempresetasikan hasil analisis dan simpulan tentang inflasi.
·         Kelompok lain secara responsif menanggapi hasil kerja temannya
140 menit
Penutup
·      Dengan sikap tanggung jawab peserta didik dibimbing oleh guru menyimpulkan pembelajaran
·      Peserta didik mengumpulkan hasil diskusinya
·      Bersama guru, siswa mengidentifikasi hambatan-hambatan yang dialami saat pembelajaran
·      Guru menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya
20    menit

B.     Metode Pembelajaran
Pendekatan                : Scientific (pendekatan ilmiah)
Metode                      : diskusi kelompok tipe jigsaw




















BAB III
MATERI AJAR

INFLASI
A.    Pengertian Inflasi
      Dalam ekonomi, inflasi memiliki pengertian suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus (kontinu). Dengan kata lain, inflasi merupakan proses menurunnya nilai mata uang secara kontinu. Inflasi merupakan proses suatu peristiwa dan bukan tinggi-rendahnya tingkat harga. Artinya, tingkat harga yang dianggap tinggi belum tentu menunjukkan inflasi. Dianggap inflasi jika terjadi proses kenaikan harga yang terus-menerus dan saling memengaruhi. Penggunaan inflasi digunakan untuk mengartikan peningkatan persediaan uang, yang kadangkala dilihat sebagai penyebab meningkatnya harga.

B.     Penyebab Inflasi
1.      Tarikan permintaan (Demand pull inflation)
Bertambahnya permintaan terhadap barang dan jasa menyebabkan bertambahnya permintaan faktor-faktor produksi. Meningkatnya permintaan terhadap produksi menyebabkan harga faktor produksi meningkat. Jadi, inflasi terjadi karena kenaikan dalam permintaan total sewaktu perekonomian yang bersangkutan dalam situasi full employment. Inflasi yang ditimbulkan oleh permintaan total yang berlebihan sehingga terjadi perubahan pada tingkat harga dikenal dengan istilah demand pull inflation.
2.      Desakan biaya (Cost push inflation)
Inflasi ini terjadi akibat meningkatnya biaya produksi (input) sehingga mengakibatkan harga produk-produk (output) yang dihasilkan ikut naik.

C.    Asal Terjadinya Inflasi
1.      Dari luar negeri (imported inflation)
Inflasi ini terjadi akibat adanya kenaikan harga di luar negeri yang menyebabkan kenaikan harga di dalam negeri. Misalnya, bila harga gandum yang diimpor dari luar negeri naik, maka harga tepung terigu dan roti di dalam negeri juga akan naik.
2.      Dari dalam negeri (domestic inflation)
Misalnya:
·         Terjadi defisit anggaran secara terus menerus yang kemudian ditutup dengan mencetak uang baru. Penciptaan uang baru yang berlebihan akan menyebabkan inflasi.
·         Terjadinya gagal panen.
·         Kredit untuk keperluan produksi dibatasi

D.    Teori-teori Inflasi
1.      Teori Kuantitas (irving Fisher)
Inflasi kuantitas diakibatkan oleh 2 faktor, yaitu:
·         Jumlah uang yang beredar
·         Psikologi (harapan) masyarakat mengenai kenaikan harga di masa mendatang
2.      Teori Keynes
Menurut teori Keynes inflasi terjadi karena 2 faktor, yaitu:
·         Keinginan masyarakat untuk hidup di luar batas kemampuan ekonominya.
·         Adanya perebutan rejeki antar kelompok
3.      Teori Strukturalis
Menurut teori strukturalis, inflasi disebabkan oleh 2 faktor, yaitu:
·         Kekakuan (ketidakelastisan) penerimaan ekspor
·         Kekakuan (ketidakelastisan) penawaran bahan makanan

E.     Cara Menghitung Laju Inflasi
Ada 3 cara pengukuran dalam memahami laju inflasi:
·         Membandingkan rata-rata tahunan
·         Membandingkan bulan ini dengan bulan yang sama tahun lalu
·         Membandingkan bulan ini dengan bulan yang lalu
Untuk menghitung besarnya laju inflasi dapat digunakan Indeks Harga, sebagai berikut:
Laju inflasi = x 100%
Contoh:
IHK bulan April 2004 adalahh 111,91 sementara IHK bualn Maret 2004 adalah 110,83, maka laju inflasi bulan April 2004 adalah?
Jawab:
Laju inflasi = x 100%
                                        =   x 100%
=  x 100%
= 0,97

F.     Penggolongan Inflasi
1.      Berdasarkan asal timbulnya inflasi
ü  Inflasi berasal dari dalam negeri, misalnya sebagai akibat terjadinya defisit anggaran belanja yang dibiayai dengan cara mencetak uang baru dan gagalnya pasar yang berakibat harga bahan makanan menjadi mahal.
ü  Inflasi yang berasal dari luar negeri, yaitu inflasi sebagai akibat naiknya harga barang impor. Hal ini terjadi akibat biaya produksi barang di luar negeri tinggi atau adanya kenaikan tarif impor barang.
2.      Berdasarkan cakupan pengaruh kenaikan harga
Jika kenaikan harga secara umum hanya berkaitan dengan beberapa barang tertentu secara kontinu disebut inflasi tertutup (closed inflation), dan apabila kenaikan harga terjadi secara keseluruhan disebut inflasi terbuka (open inflation), sedangkan apabila serangan inflasi demikian hebatnya dan setiap saat harga-harga terus berubah dan meningkat sehingga orang tidak dapat menahan uang lebih lama disebabkan nilai uang terus merosot disebut inflasi yang tak terkendali (hyperinflation).
3.      Berdasarkan parah atau tidaknya inflasi
ü  Inflasi ringan (di bawah 10% setahun),
ü  Inflasi sedang (antara 10%–30% setahun),
ü  Inflasi berat (antara 30%–100% setahun), dan
ü  Inflasi tak terkendali (di atas 100% setahun)

G.    Dampak Inflasi
          Secara umum, inflasi memiliki dampak positif dan dampak negatif, tergantung parah atau tidaknya inflasi. Apabila inflasi itu ringan, justru mempunyai pengaruh yang positif dalam arti dapat mendorong perekonomian lebih baik, yaitu meningkatkan pendapatan nasional dan membuat orang bergairah untuk bekerja, menabung, dan mengadakan investasi.
          Sebaliknya, dalam masa inflasi yang parah, yaitu pada saat terjadi inflasi tak terkendali (hiperinflasi) keadaan perekonomian menjadi kacau dan perekonomian dirasakan lesu, orang menjadi tidak bersemangat kerja, menabung, atau mengadakan investasi dan produksi karena harga meningkat dengan cepat, para penerima pendapatan tetap, seperti pegawai negeri atau karyawan swasta, serta kaum buruh akan kewalahan menanggung dan mengimbangi harga sehingga hidup mereka menjadi semakin merosot dan terpuruk dari waktu ke waktu.
1.      Bagi pemilik pendapatan tetap dan tidak tetap
Bagi masyarakat yang memiliki pendapatan tetap, inflasi sangat merugikan. Kita ambil contoh seorang pensiunan pegawai negeri tahun 1990. Pada tahun 1990, uang pensiunnya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Namun, di tahun 2003 atau tiga belas tahun kemudian, daya beli uangnya mungkin hanya tinggal setengah. Artinya, uang pensiunnya tidak lagi cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Sebaliknya, orang yang mengandalkan pendapatan berdasarkan keuntungan, seperti pengusaha, tidak dirugikan dengan adanya inflasi. Begitu juga dengan pegawai yang bekerja di perusahaan dengan gaji mengikuti tingkat inflasi.
2.      Bagi para penabung
Inflasi menyebabkan orang enggan untuk menabung karena nilai mata uang semakin menurun. Memang tabungan menghasilkan bunga, tetapi jika tingkat inflasi di atas bunga, nilai uang tetap menurun. Jika orang tidak menabung, dunia usaha dan investasi akan sulit berkembang karena untuk berkembang dunia usaha membutuhkan dana dari bank yang diperoleh dari tabungan masyarakat.


3.      Bagi debitur dan kreditur
Bagi orang yang meminjam uang kepada bank (debitur), inflasi menguntungkan karena pada saat pembayaran utang kepada kreditur, nilai uang lebih rendah dibandingkan pada saat meminjam. Sebaliknya, kreditur atau pihak yang meminjamkan uang akan mengalami kerugian karena nilai uang pengembalian lebih rendah jika dibandingkan pada saat peminjaman.
4.      Bagi produsen
Bagi produsen, inflasi dapat menguntungkan Jika pendapatan yang diperoleh lebih tinggi daripada kenaikan biaya produksi. Jika hal ini terjadi, produsen terdorong untuk melipatgandakan produksinya (biasanya terjadi pada pengusaha besar). Namun, jika inflasi menyebabkan naiknya biaya produksi hingga pada akhirnya merugikan produsen, produsen enggan untuk meneruskan produksinya. Produsen dapat menghentikan produksinya untuk sementara waktu, bahkan jika tidak sanggup mengikuti laju inflasi, dapat gulung tikar (biasanya terjadi pada pengusaha kecil).
5.      Bagi perekonomian nasional
ü  Investasi berkurang.
ü  Mendorong tingkat bunga.
ü  Mendorong penanam modal yang bersifat spekulatif.
ü  Menimbulkan kegagalan pelaksanaan pembangunan.
ü  Menimbulkan ketidakpastian keadaan ekonomi pada masa yang akan datang.
ü  Menyebabkan daya saing produk nasional berkurang.
ü  Menimbulkan defisit neraca pembayaran.
ü  Merosotnya tingkat kehidupan dan kesejahteraan masyarakat.

H.    Peran Bank Sentral
          Bank sentral memainkan peranan penting dalam mengendalikan inflasi. Bank sentral suatu negara pada umumnya berusaha mengendalikan tingkat inflasi pada tingkat yang wajar. Beberapa bank sentral bahkan memiliki kewenangan yang independen dalam artian bahwa kebijakannya tidak boleh diintervensi oleh pihak di luar bank sentral, termasuk pemerintah. Hal ini disebabkan sejumlah studi menunjukkan bahwa bank sentral yang kurang independen—salah satunya disebabkan intervensi pemerintah yang bertujuan menggunakan kebijakan moneter untuk mendorong perekonomian—akan mendorong tingkat inflasi yang lebih tinggi.        Bank sentral umumnya mengandalkan jumlah uang beredar dan/atau tingkat suku bunga sebagai instrumen dalam mengendalikan harga. Selain itu, bank sentral juga berkewajiban mengendalikan tingkat nilai tukar mata uang domestik. Hal ini disebabkan nilai sebuah mata uang dapat bersifat internal (dicerminkan oleh tingkat inflasi) ataupun eksternal (kurs). Saat ini pola inflation targeting banyak diterapkan oleh bank sentral di seluruh dunia, tidak kecuali Bank Indonesia.

I.       Cara-cara Mengatasi Inflasi
1.      Kebijakan Moneter
      Seperti yang telah disebutkan di atas, peran bank sentral dalam mengatasi inflasi adalah dengan mengatur jumlah uang yang beredar. Kebijakan yang diambil oleh bank sentral tersebut dinamakan kebijakan moneter, yaitu dengan menggunakan cara-cara sebagai berikut:
ü  Politik Diskonto (discount policy) adalah politik bank sentral untuk memengaruhi peredaran uang dengan jalan menaikkan dan menurunkan tingkat bunga. Dengan menaikkan tingkat bunga diharapkan jumlah uang yang beredar di masyarakat akan berkurang karena orang akan lebih banyak menyimpan uangnya di bank daripada menjalankan investasi.
ü  Politik Pasar Terbuka (open market policy) dijalankan dengan membeli dan menjual surat-surat berharga. Dengan menjual suratsurat berharga diharapkan uang akan tersedot dari masyarakat.
ü  Politik Persediaan Kas (cash ratio policy) adalah politik Bank Sentral untuk memengaruhi peredaran uang dengan jalan menaikkan dan menurunkan persentase persediaan kas dari bank. Dengan dinaikkannya persentase persediaan kas, diharapkan jumlah kredit akan berkurang.
ü  Pengawasan kredit secara selektif.
2.      Kebijakan Fiskal
      Selain kebijakan moneter, pemerintah dapat juga memberlakukan kebijakan fiskal yaitu kebijakan yang berhubungan dengan pengaturan penerimaan dan pengeluaran Negara. Jadi yang diatur dalam kebijakan fiskal adalah:
ü  Pengaturan pengeluaran pemerintah (APBN) dan
ü  Peningkatan tarif/pajak.

3.      Kebijakan Nonmoneter
Selain dua kebijakan di atas ada juga yang disebut kebijakan nonmoneter yang mengatur hal-hal berikut:
ü  Peningkatan produksi.
ü  Kebijakan upah.
ü  Pengawasan harga.





















                   














BAB IV
                                                                                         EVALUASI DAN PENILAIAN


SOAL-SOAL

Pilihlah salah satu jawaban yang tepat!

1.      Suatu keadaan yang menunjukkan kecendrungan harga naik secara terus-menerus disebut ….
a.       Inflasi                             d. Revaluasi
b.      Deflasi                            e. Depresiasi
c.       Devaluasi

2.      Inflasi yang terjadi karenadorongan permintaan masyarakat yang meningkat disebut ….
a.       Cost push inflation         d. Domestic inflation
b.      Demand pull inflation    e. Inflasi yang terkendali
c.       Imported inflation

3.      Inflasi yang terjadi karena adanya peningkatan biaya produksi disebut dengan ….
a.       Cost push inflation         d. Domestic inflation
b.      Demand pull inflation    e. Inflasi yang terkendali
c.       Imported inflation

4.      Salah satu penyebab terjadinyainflasi adalah factor psikologi masyarakat. Hal ini dikemukakan dalam teori ….
a.       Teori strukturalis            d. Teori persamaan transaksi
b.      Teori Keynes                  e. Teori pasar uang terbuka
c.       Teori kuantitas

5.      Dibawah ini yang merupakan cirri terjadinya inflasi adalah ….
a.       Nilai uang naik               d. Harga stabil
b.      Nilai uang turun             e. Harga turun
c.       Tingkat kesejahteraan masyarakat meningkat

6.      Salah satu cara mengatasi inflasi adalah dengan menaikkan tingkat suku bunga. Kebijakan ini termasuk kebijakan ….
a.       Revaluasi                        d. Moneter
b.      Riil                                 e. Depresiasi
c.       Fiskal

7.      Salah satu cara mengatasi inflasi melalui kebijakan fiscal adalah dengan menempuh kebijakan ….
a.       Menjual surat-surat obligasi
b.      Menaikkan hasil produksi
c.       Melakukan penambahan belanja
d.      Menaikkan suku bunga
e.       Menaikkan pajak

8.      Salah satu cara untuk mengetahui atau menghitung laju inflasi yang terjadi di sebuah Negara adalah dengan memperhatikan ….
a.       Indeks Harga Konsumen
b.      Tingkat penjualan
c.       Berapa banyaknya uang beredar
d.      Tingkat suku bunga
e.       Kebijakan moneter dan fiskal yang diambil pemerintah

9.      Diantara berbagai cara membaca inflasi, cara yang paling baik untuk melihat tren harga secara keseluruhan adalah dengan cara ….
a.       Membaca indeks harga konsumen
b.      Membandingkan rata-rata tahunan
c.       Membandingkan bulan ini dengan bulan lalu
d.      Membandingkan bulan ini dengan bulan yang sama tahun lalu
e.       Membandingkan jumlah inflasi tahun ini dengan jumlah inflasi tahun lalu

10.  Jika IHK bulan ini adalah 250, sedangkan IHK bulan lalu adalah 200. Maka laju inflasi sebesar ….
a.       0,025%                           d. 25%
b.      0,25%                             e. 250%
c.       2%



Kunci Jawaban:

1.      A                         6. D
2.      B                         7. E
3.      A                         8. A
4.      B                         9. C
5.      B                         10. D

Sumber belajar
1.      Case & Fair. 2004. Prinsip-Prinsip Ekonomi Makro. Jakarta :Gramedia
2.      Suramo, dkk. 2004. Ekonomi SMA kelas XI. Jakarta: Erlangga



0 comments:

Posting Komentar