Pages

Banner 468 x 60px

 

Sabtu, Mei 26, 2018

0 comments

BAHAN AJAR
Satuan Pendidikan                     : SMA
Mata Pelajaran                          : Ekonomi
Kelas / Semester                         : XI (Sebelas) / I (Satu)

A.         Pengertian Pendapatan Nasional
Dalam ilmu ekonomi pendapatan nasional merupakan konsep yang menarik untuk
dipelajari. Setiap kegiatan ekonomi dalam suatu negara pasti berkaitan pendapatan nasional. Tingkat perkembangan ekonomi suatu negara juga dapat dilihat dari pendapatan nasionalnya. Usaha-usaha pembangunan ekonomi yang dilakukan oleh setiap negara pasti diarahkan untuk meningkatkan untuk menstabilkan pendapatan nasional.  Secara umum pendapatan nasional merupakan keseluruhan pendapatan yang diterima masyarakat suatu negara dalam jangka waktu satu tahun. Setiap negara memiliki suatu sistem perhitungan pendapatan nasional. Sistem tersebut merupakan suatu cara mengumpulkan informasi perhitungan terhadap hal-hal sebagai berikut.
1.       Nilai berbagai barang dan jasa yang diproduksi oleh suatu negara (pendekatan produksi).
2.       Nilai berbagai jenis pengeluaran atas produk nasional (pendekatan pengeluaran).
3.       Jumlah pendapatan yang diterima oleh berbagai faktor produksi yang digunakan untuk menciptakan produk nasional tersebut (pendekatan pendapatan).

                                                                 Peta Pikir

Kata kunci: pendapatan nasional, pendekatan produksi, pendekatan pengeluaran, pendekatan pendapatan, manfaat perhitungan pendapatan nasional.


Konsep-konsep penting


Penpenting

Pendapatan Nasional

Manfaat pendapatan   nasional

Pendekatan pengeluaran

Cara Perhitungan pendapatan nasional

Pendekatan produksi

Pendekatan pendapatan

Pendapatan Perkapita
 





















B.         Manfaat Perhitungan Pendapatan Nasional
Adapun manfaat dari perhitungan pendapatan nasional :
1)       Mengetahui dan menelaah struktur ekonomi suatu negara.
2)       Membandingkan keadaan perekonomian dari waktu ke waktu.
3)       Membandingkan perekonomian antar daerah.
4)       Menjadi dasar studi komparatif dengan perekonomian negara lain.
5)       Membantu merumuskan kebijakan pemerintah khususnya di bidang ekonomi.
C.         Konsep / Istilah-Istilah Pendapatan Nasional
1.   Produk Domestik Bruto (PDB)
Produk Domestik Bruto/PDB (Gross Domestic Product/GDP) menghitung nilai barang-barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu negara selama satu tahun. Barang dan jasa yang dihasilkan ini dihitung tanpa memperhatikan siapa pemilik faktor produksi tersebut. Artinya, barang dan jasa tersebut bisa diproduksi oleh warga negara yang bersangkutan maupun warga negara asing yang bekerja di wilayah negara tersebut.
2.   Produk Nasional Bruto (PNB)
Produk Nasional Bruto/PNB (Gross National Product/GNP), dihitung dengan menjumlahkan nilai barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga negara tersebut baik yang tinggal di dalam negeri maupun di luar negeri. Nilai produksi yang dihasilkan oleh faktor-faktor produksi yang digunakan di luar negeri juga dihitung dalam produk nasional bruto (PNB). Dalam PNB tidak dihitung produksi yang dihasilkan oleh faktor-faktor produksi milik penduduk negara lain. Jadi, keuntungan perusahaan multinasional yang beroperasi di Indonesia tidak dihitung dalam Produk Nasional Bruto Indonesia. Secara matematis, yang membedakan antara PDB dengan PNB adalah pendapatan neto atas faktor dari luar negeri (nett factor income from abroad). Variabel ini menunjukkan besarnya pendapatan yang diperoleh dari faktor produksi yang ada di luar negeri dikurangi pendapatan yang diperoleh dari faktor produksi yang berasal dari orang asing di dalam negeri. Dengan demikian dapat ditulis:

PNB = PDB-PFPN

 



PNLN = Pendapatan WNA di indonesia – Pendapatan WNI di luar negeri

Keterangan:
PDB : Produk Domestik Bruto.
PNB : Produk Nasional Bruto.   
PNLN : Pendapatan Neto Luar Negeri
3.   Produk Nasional Neto (PNN)
Angka-angka produk nasional di atas disebut bruto, karena di dalamnya masih tercakup biaya produksi yang belum dipotong, yaitu penyusutan. Dalam setiap harga pasar, suatu barang mengandung nilai depresiasi (penyusutan). Penyusutan sesungguhnya termasuk biaya produksi yang harus diperhitungkan dalam harga pokok dan tidak dapat dihitung sebagai laba. Industri-industri akan menggunakan barang modal (mesin, peralatan produksi, bangunan, dan perabot kantor) untuk menghasilkan barang-barang. Nilai barang-barang modal tersebut akan semakin susut (berkurang) dari satu periode ke periode berikutnya. Susutnya nilai tersebut merupakan bagian dari ongkos produksi. Oleh sebab itu, dalam setiap harga penjualan suatu barang dimasukkan nilai depresiasi barang modal. Dengan kata lain, besarnya pendapatan nasional pada harga pasar telah memasukkan nilai penyusutan barang modal yang digunakan untuk menghasilkan pendapatan nasional. Pendapatan nasional yang belum memperhitungkan unsur depresiasi dinamakan Produk Nasional Bruto (PNB). Untuk memperoleh Produk Nasional Neto/PNN (Net National Product/NNP) nilai depresiasi tadi harus dikurangkan dari Produk Nasional Bruto. Persamaannya menjadi sebagai berikut:

PNN = PNB – (Penyusutan + Barang pengganti modal/replacement)

 


Produk GNP menyebabkan barang modal yang ada menjadi habis, misalnya mesin menjadi habis karena digunakan. Jika sumber daya ini tidak digunakan untuk menggantikan barang modal yang ada, GNP tidak mungkin dipertahankan pada periode yang berlaku.
4.   Pendapatan Nasional Neto (Net National Income)
Net National Income yaitu jumlah seluruh penerimaan yang diterima masyarakat dalam periode tertentu biasanya satu tahun, setelah dikurangi pajak tidak langsung (indirect tax). Pajak tidak langsung yaitu pajak yang bebannya dapat dialihkan kepada pihak lain, misalnya pajak penjualan, pajak impor, bea ekspor, dan cukai. Pendapatan Nasional (PN) dapat dirumuskan sebagai berikut:

PN = PNN – Pajak tidak langsung

 



5.   Pendapatan Perseorangan (Personal Income)
Pendapatan perseorangan yaitu jumlah seluruh penerimaan yang diterima masyarakat yang benar-benar sampai ke tangan masyarakat. Besarnya PI yaitu PNN ditambah transfer payment (TP) dikurangi iuran jaminan sosial (IJS), iuran asuransi (IA), laba ditahan (LD), dan pajak perseorangan (PP). Pendapatan perseorangan dapat dirumuskan sebagai berikut:

PI = (PNN + TP) – (IJS + IA + LD + PP)

 


6.   Pendapatan yang Siap Dibelanjakan (Disposable Income)
Pendapatan disposabel yaitu pendapatan yang diterima masyarakat dan siap untuk dibelanjakan penerimanya, setelah dikurangi pajak langsung. Besarnya untuk DI yaitu PI setelah dikurangi dengan pajak langsung, dapat dirumuskan sebagai berikut:

DI = PI – Pajak langsung

 



Dari produk domestik bruto sampai ke pendapatan perseorangan siap konsumsi dapat diringkas sebagai berikut:
Produk Domestik Bruto (PDB)
- Menurut lapangan usaha.
- Menurut jenis pengeluaran.
Ditambah (+) = Pendapatan faktor produksi domestik yang adadi luar negeri.
Dikurangi (–) = Pembayaran faktor produksi luar negeri yangada di dalam negeri.


= Produk Nasional Bruto (PNB).
Dikurangi (–) = Penyusutan/Depresiasi.


           = Produk Nasional Neto (PNN).
Dikurangi (–) = Pajak Tidak Langsung.
Ditambah (+) = Subsidi


= Pendapatan Nasional (PN).
Dikurangi (–) = Laba ditahan.
Dikurangi (–) = Pembayaran asuransi.
Dikurangi (–) = Pembayaran jaminan sosial.
Ditambah (+) = Pendapatan bunga.
Ditambah (+) = Pembayaran transfer.
= Pendapatan perseorangan.
Dikurangi (–) = Pajak penghasilan.
  Pendapatan perseorangan siap konsumsi
D.         Metode dan Komponen Perhitungan Pendapatan Nasional
Pendapatan nasional dapat dihitung sesuai data yang terkumpul dari fakta yang ada di masyarakat. Penghitungan pendapatan nasional harus dilakukan secara cermat dan akurat karena sangat penting artinya bagi masyarakat. Ada tiga pendekatan dalam menghitung pendapatan nasional, yaitu
1). Metode Produksi (Production Approach)
2). Metode Pendapatan (Income  Approach)
3). Metode Pengeluaran (Expenditure Approach)
a.       Pendapatan Nasional dari Pendekatan Produksi (Product Approach)
Dengan pendekatan produksi, penghitungan pendapatan nasional dilakukan dengan cara mengumpulkan data tentang hasil akhir barang-barang dan jasa-jasa untuk suatu periode tertentu dari semua unit produksi yang menghasilkan barangbarang dan jasa-jasa tersebut. Jadi pendapatan nasional menurut pendekatan produksi adalah jumlah nilai tambah semua barang dan jasa selama satu tahun. Barang dan jasa yang dimaksud adalah barang terakhir (final goods) atau barang jadi (finished goods), artinya barang yang langsung dapat diterima konsumen.
Sebagaimana kamu ketahui, penghitungan pendapatan nasional dengan metode produksi dilakukan dengan menjumlahkan nilai tambah semua barang-barang dan jasa-jasa. Ambil saja contoh produk ke-1 ditandai dengan Q1, produk ke-2 ditandai Q2, maka produk ke-n ditandai dengan Qn. Dan bila produk tersebut dijual kepada konsumen, maka harga jual produk ke-1 ditandai dengan P1, harga produk ke-2 ditandai dengan P2, dan harga produk ke-n ditandai dengan Pn, Dari berbagai identifikasi komponen di atas akan dihasilkan bentuk persamaan sebagai berikut:

PN = (P1Q1) + (P2Q2) + …. + (PnQn)

 



Jadi komponen pendapatan nasional dari sisi produksi, yaitu: macam produk, jumlah produk yang terjual dari berbagai macam produk, dan harga jual produk. Secara singkat dapat dirumuskan sebagai berikut:

PN = ∑ PnQn

 


Keterangan:
PN= pendapatan nasional
Pn = harga jual suatu produk
Qn = hasil produksi
b.       Pendapatan Nasional dari Pendekatan Pendapatan (Income Approach)
Ditinjau dari pendekatan pendapatan, penghitungan pendapatan nasional dilakukan dengan cara mengumpulkan data pendapatan yang diperoleh oleh rumah tangga keluarga. Atau dengan cara menjumlahkan pendapatan yang diterima oleh pemilik faktor produksi dalam suatu masyarakat selama satu tahun. Pendapatan ini berupa sewa, upah dan gaji, bunga, dan laba usaha.
Jadi, komponen pendapatan nasional dari sisi pendapatan adalah:
1) sewa (rent income) atau disingkat r,
2) upah dan gaji (wage and salary income) atau disingkat w,
3) bunga (interest income) atau disingkat i, dan
4) laba usaha (profit income) atau disingkat p.
Dalam bentuk persamaan dapat dirumuskan sebagai berikut:

PN = r + w + i + p

 



c.        Pendapatan Nasional dari Pendekatan Pengeluaran (Expenditure Approach)
Ditinjau dari pendekatan pengeluaran, penghitungan pendapatan nasional dengan menjumlahkan seluruh pengeluaran yang dilakukan oleh masyarakat dalam perekonomian, sektor konsumen, perusahaan (investasi), pemerintah dan sektor perdagangan luar negeri. Atau dengan cara menjumlahkan seluruh pengeluaran/belanja masyarakat dalam kurun waktu satu tahun.
1)    Sektor keluarga atau sektor konsumen. Pengeluaran yang dilakukan oleh sektor keluarga disebut pengeluaran untuk konsumsi (consumption expenditure).
2)    Sektor perusahaan atau sektor produsen. Pengeluaran yang dilakukan oleh sektor perusahaanakan membentuk apa yang disebut investasi (investment expenditure).
3)    Sektor pemerintah. Pengeluaran yang dilakukan oleh pemerintah disebut pengeluaran pembelian pemerintah (government expenditure).
4)    Sektor perdagangan luar negeri. Pengeluaran dari sektor luar negeri disebut ekspor neto, yakni selisih antara jumlah ekspor dikurangi dengan jumlah impor.
Adapun komponen pendapatan nasional dari sisi pengeluaran meliputi berikut ini:
1)    Pengeluaran konsumsi (C), meliputi semua pengeluaran rumah tangga keluarga dan perseorangan serta lembaga swasta bukan perusahaan untuk membeli barang dan jasa dalam memenuhi kebutuhan.
2)    Pengeluaran investasi (I) meliputi semua pengeluaran domestik (dalam negeri) yang dilakukan oleh swasta untuk mendirikan bangunan, mesin-mesin, perlengkapan, dan jumlah persediaan perusahaan.
3)    Pengeluaran pembelian pemerintah (G), terdiri pembayaran pensiun, beasiswa, subsidi dalam berbagai bentuk, dan transfer pemerintah.
4)    Ekspor neto (X–M), meliputi keseluruhan jumlah barang dan jasa yang diekspor dan diimpor. Jika ekspor lebih besar dari impor, maka ekspor neto bertanda positif (+). Sebaliknya bila ekspor lebih kecil dari impor, maka ekspor neto bertanda negatif (–).

GNP = C + I + G + (X – M)

Bila komponen-komponen tersebut dituliskan dalam bentuk persamaan, maka akan tampak sebagai berikut:


Keterangan:
GNP = Gross National Product atau Pendapatan Nasional Bruto (PNB)
C = pengeluaran untuk konsumsi barang dan jasa
I = pengeluaran untuk investasi
G = pengeluaran pemerintah untuk barang dan jasa
X = nilai barang ekspor
M = nilai barang impor
X – M = ekspor neto
E.         Pendapatan Perkapita
1.       Pengertian pendapatan perkapita
Pendapatan perkapita adalah pendapatan rata-rata untuk masing-masing penduduk dalam suatu Negara selama satu periode tertentu. Perhitungan pendapatan per kapita adalah pendapatan nasional dibagi dengan jumlah penduduk. Perhitungan pendapatan per kapita adalah pendapatan nasional dibagi dengan jumlah penduduk.
ICP = 
2.       Manfaat pendapatan perkapita
a.          Mengetahui tingkat perkembangan perekonomian suatu negara.
b.          Mengetahui potensi kemakmuran suatu negara.
c.          Membandingkan tingkat kemakmuran negara yang bersangkutan dari tahun ketahuan.
d.          Membandingkan standar hidup beberapa negara yang ada di dunia.
e.          Mengetahui gambaran tentang :
1)       Jumlah penduduk.
2)       Laju pertumbuhan penduduk.
3)       Penyebaran penduduk.
4)       Tingkat pendapatan nasional.
5)       Tingkat pertumbuhan penduduk.
6)       Distribusi pendapatan nasional.





SOAL :
1.         Jelaskan pengertian Pendapatan Nasional?
2.         Tuliskan manfaat perhitungan pendapatan nasional?
3.         Jika diketahui GDP Indonesia adalah Rp150 miliar, PFPN Rp5 miliar, pajak tidak langsung Rp7,465 miliar, penyusutan Rp4,345 miliar, transfer payment Rp6,235 miliar, laba ditahan Rp5,355 miliar, dan pajak langsung Rp13 miliar. Hitunglah besarnya:
a) GNP                                             d) PI
b) NNP                                             e) DI
c) NNI
4.         Diketahui data sebagai sebagai berikut :
Konsumsi Masyarakat                                Rp 100.000                           Ekspor                   Rp 80.000
Laba usaha                                                    Rp 150.000                           Impor                     Rp 30.000
Pengeluaran Pemerintah                              Rp 200.000                           Sewa                      Rp 45.000
Investasi                                                         Rp  70.000                            Gaji                        Rp 35.000
Tingkat Suku Bunga                                    Rp  50.000
Hitunglah pendapatan nasional berdasarkan pendekatan pengeluaran dan pendekatan pendapatan!
5.         Jelaskan pengertian pendapatan perkapita ?
6.         Sebutkan manfaat pendapatan perkapita ?
7.         Jika diketahui GNP suatu negara $ 100.000.000. Berapakah pendapatan perkapita negera tersebut dengan jumlah penduduk 5000 orang.

JAWABAN :
1.         Pendapatan nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh masyarakat/pemilik faktor produksi suatu Negara selama kurun waktu tertentu (biasanya digunakan ukuran waktu 1 tahun).
2.         Manfaat dari perhitungan pendapatan nasional :
a.     Mengetahui struktur perekonomian negara (agraris, industri, jasa)
b.     Mengetahui pertumbuhan perekonomian negara, dengan cara membandingkan pendapatan nasional dari waktu ke waktu.
c.     Dapat membandingkan perekonomian antar daerah.
d.     Dapat dijadikan dasar perbandingan dengan perekonomian negara lain.
e.     Dapat membantu kebijakan pemerintah di bidang ekonomi

3.         a) GNP = GDP – PFPN
                       = Rp150 miliar – Rp5 miliar = Rp145 miliar
                       
b) NNP = GNP – Penyusutan
= Rp145 miliar – Rp4,345 miliar = Rp140,655 miliar
   c) NNI = NNP – Pajak tidak langsung
    = Rp140,655 miliar – Rp7,465 miliar = Rp133,19 miliar
   d) PI    = (NNI + TP) – (LD)
    = (Rp133,19 miliar + Rp6,235 miliar) – Rp5,355miliar = Rp134,07miliar
   e) DI =  PI – Pajak langsung=
  = Rp134,07 miliar – Rp13 miliar = Rp121,07 miliar
4.         a. Pendekatan Pengeluaran
     Y = C + I + G + (X-M)
        = 100.000 + 70.000 + 200.000 + (80.000-30.000)  = 420.000
7.    Pendekatan Pendapatan
        Y = r + w + i + p
            = 45.000 + 35.000 + 50.000 + 150.000 = 280.000
5.         Pendapatan perkapita adalah pendapatan rata-rata untuk masing-masing penduduk dalam suatu negara selama satu periode tertentu.
6.         Manfaat pendapatan perkapita :
a.     Mengetahui tingkat perkembangan perekonomian suatu negara.
b.     Mengetahui potensi kemakmuran suatu negara.
c.     Membandingkan tingkat kemakmuran negara yang bersangkutan dari tahun ketahuan.
d.     Membandingkan standar hidup beberapa negara yang ada di dunia.
e.     Mengetahui gambaran tentang :
·       Jumlah penduduk.
·       Laju pertumbuhan penduduk.
·       Penyebaran penduduk.
·       Tingkat pendapatan nasional.
·       Tingkat pertumbuhan penduduk.
·       Distribusi pendapatan nasional.

7.         ICP =     =         =  $ 20.000



"Hai orang-orang yang beriman, belanjakanlah (di jalan Allah) sebagian dari rezki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang hari yang pada hari itu tidak ada lagi jual beli dan tidak ada lagi syafa’at. Dan orang-orang kafir Itulah orang-orang yang zalim" ( al-Baqarah : 254)





0 comments:

Posting Komentar