Pages

Banner 468 x 60px

 

Sabtu, Agustus 08, 2026

KONSEP DASAR EKONOMI : KEBUTUHAN DAN ALAT PEMUAS KEBUTUHAN

0 comments

 MODUL PEMBELAJARAN EKONOMI

 

Kebutuhan vs Keinginan

dan Alat Pemuas Kebutuhan

Mengelola Sumber Daya dalam Ekonomi — memahami perbedaan mendasar antara apa yang kita butuhkan dan apa yang kita inginkan adalah kunci pengambilan keputusan ekonomi yang bijak.


EKONOMI • KELAS X SMA

Bab 10.3 — Kebutuhan, Keinginan, dan Alat Pemuas Kebutuhan

Pendahuluan

Dalam ilmu ekonomi, seluruh persoalan bermula dari satu kenyataan sederhana namun mendasar: kebutuhan dan keinginan manusia bersifat tidak terbatas, sementara alat pemuas kebutuhan atau sumber daya yang tersedia untuk memenuhinya bersifat terbatas (langka). Kesenjangan antara keduanya inilah yang melahirkan ilmu ekonomi sebagai disiplin yang mempelajari bagaimana individu, rumah tangga, perusahaan, dan negara membuat pilihan-pilihan rasional dalam mengalokasikan sumber daya yang terbatas tersebut.

Modul ini akan mengupas secara mendalam materi mengenai perbedaan kebutuhan dan keinginan, faktor-faktor yang memengaruhi kebutuhan seseorang, klasifikasi kebutuhan berdasarkan berbagai sudut pandang, jenis-jenis alat pemuas kebutuhan, serta konsep nilai guna (utility) suatu barang. Pemahaman yang utuh terhadap materi ini akan membentuk dasar berpikir ekonomis yang akan terus digunakan pada bab-bab selanjutnya, khususnya dalam mempelajari perilaku konsumen dan produsen.

Mengapa Materi Ini Penting?

Kemampuan membedakan kebutuhan dari keinginan adalah keterampilan hidup (life skill) yang sangat praktis. Ia membantu kita menyusun skala prioritas, mengelola keuangan pribadi, menghindari perilaku konsumtif, dan pada akhirnya membuat keputusan ekonomi yang lebih bijaksana — baik dalam skala individu maupun dalam skala negara.

1. Pengertian Kebutuhan dan Keinginan

Langkah pertama dalam memahami ilmu ekonomi adalah mampu membedakan secara tegas antara dua konsep yang sering tertukar dalam kehidupan sehari-hari, yaitu kebutuhan (needs) dan keinginan (wants).

Kebutuhan (Needs)

Kebutuhan adalah segala sesuatu yang bersifat esensial dan wajib dipenuhi demi kelangsungan hidup manusia. Sifatnya mendesak dan tidak dapat ditunda karena berkaitan langsung dengan kelangsungan hidup, kesehatan, maupun fungsi sosial dasar seseorang. Jika suatu kebutuhan tidak terpenuhi, hal tersebut dapat mengancam keselamatan, kesehatan, bahkan nyawa seseorang. Contoh paling nyata dari kebutuhan adalah makanan, pakaian, dan tempat tinggal (dikenal sebagai kebutuhan primer), serta pendidikan dan kesehatan yang menopang kualitas hidup manusia dalam jangka panjang.

Keinginan (Wants)

Keinginan adalah hasrat atau harapan manusia untuk meningkatkan kenyamanan, kepuasan, atau status sosialnya. Berbeda dengan kebutuhan, keinginan tidak bersifat mengancam kelangsungan hidup apabila tidak terpenuhi — seseorang tetap dapat hidup dengan layak meski keinginannya tidak tercapai. Keinginan bersifat sangat subjektif, dapat berbeda dari satu orang ke orang lain, dan cenderung berkembang seiring perubahan gaya hidup, tren, maupun pengaruh lingkungan sosial. Contohnya adalah liburan ke luar negeri, gadget model terbaru, atau busana bermerek mewah.

 

Kebutuhan

Keinginan

Bersifat esensial, wajib dipenuhi untuk kelangsungan hidup.

Bersifat pelengkap, meningkatkan kenyamanan atau status sosial.

Jika tidak terpenuhi, dapat mengancam kehidupan.

Jika tidak terpenuhi, tidak mengancam kelangsungan hidup.

Relatif objektif — hampir semua orang membutuhkannya.

Relatif subjektif — berbeda antarindividu.

Contoh: makanan, pakaian, tempat tinggal, pendidikan, kesehatan.

Contoh: liburan ke luar negeri, gadget terbaru, fashion mewah.

 

Poin Kunci

Prioritaskan kebutuhan sebelum keinginan. Dalam pengambilan keputusan ekonomi yang bijak, seseorang idealnya memenuhi kebutuhan dasarnya terlebih dahulu sebelum mengalokasikan sumber daya untuk memenuhi keinginan yang sifatnya sekunder atau tersier.


 

2. Faktor yang Memengaruhi Kebutuhan

Kebutuhan setiap orang tidaklah sama dan senantiasa berubah dari waktu ke waktu. Terdapat beberapa faktor utama yang menentukan jenis dan tingkat kebutuhan seseorang maupun suatu masyarakat, di antaranya adalah sebagai berikut.

a. Peradaban (Kemajuan Teknologi dan Ilmu Pengetahuan)

Semakin maju peradaban suatu masyarakat, semakin tinggi pula standar dan kompleksitas kebutuhannya. Kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan mendorong munculnya kebutuhan-kebutuhan baru yang sebelumnya tidak dikenal — misalnya kebutuhan akan internet, perangkat digital, atau transportasi modern — sehingga kualitas kebutuhan manusia terus meningkat seiring berjalannya waktu.

b. Lingkungan (Kondisi Geografis)

Lokasi tempat tinggal seseorang sangat menentukan jenis kebutuhannya. Sebagai contoh, masyarakat yang tinggal di daerah pegunungan yang beriklim dingin membutuhkan pakaian tebal untuk menghangatkan tubuh, sedangkan masyarakat yang tinggal di daerah pesisir yang panas lebih membutuhkan pakaian tipis dan menyerap keringat. Perbedaan kondisi geografis ini menghasilkan pola kebutuhan yang berbeda-beda pula.

c. Agama dan Adat Istiadat

Tradisi, keyakinan, dan nilai-nilai budaya yang dianut suatu masyarakat turut menciptakan pola konsumsi yang khas. Misalnya, kebutuhan akan pakaian ibadah tertentu, makanan halal bagi umat Muslim, atau perlengkapan upacara adat merupakan bentuk kebutuhan yang muncul akibat pengaruh agama dan adat istiadat.

d. Faktor Lain: Pendapatan, Usia, dan Pendidikan

Selain ketiga faktor di atas, tingkat pendapatan seseorang turut memengaruhi jenis dan jumlah kebutuhan yang dapat dipenuhi — semakin tinggi pendapatan, semakin luas pula jangkauan kebutuhan yang mampu dipenuhi. Usia juga berperan penting, karena kebutuhan balita, remaja, dewasa, dan lansia sangat berbeda satu sama lain. Demikian pula tingkat pendidikan seseorang, yang memengaruhi cara pandang, wawasan, dan jenis kebutuhan intelektual maupun profesional yang dibutuhkan.


 

3. Jenis Kebutuhan Berdasarkan Intensitas

Berdasarkan tingkat kepentingan atau intensitasnya, kebutuhan manusia dapat dikelompokkan menjadi tiga tingkatan, yaitu kebutuhan primer, sekunder, dan tersier. Ketiganya membentuk semacam hierarki: kebutuhan primer harus dipenuhi lebih dahulu sebelum seseorang beralih memenuhi kebutuhan sekunder, dan kebutuhan tersier baru dipenuhi setelah kebutuhan sekunder tercukupi.

Tingkatan

Penjelasan

Contoh

1. Primer

Kebutuhan pokok yang paling dasar dan mutlak diperlukan agar manusia dapat bertahan hidup.

Pangan (makanan), sandang (pakaian), papan (tempat tinggal)

2. Sekunder

Kebutuhan pelengkap yang dipenuhi setelah kebutuhan primer terpenuhi, guna meningkatkan kenyamanan hidup.

Telepon genggam, alat transportasi, perabot rumah tangga

3. Tersier

Kebutuhan akan barang mewah yang bersifat prestisius, umumnya dipenuhi untuk kesenangan atau menunjukkan status sosial.

Mobil mewah, kapal pesiar, perhiasan mahal

 

Penting untuk dicatat bahwa batas antara ketiga kategori ini bersifat relatif dan dapat berubah sesuai konteks sosial-ekonomi seseorang. Sebuah telepon genggam dasar, misalnya, dapat dikategorikan sebagai kebutuhan sekunder bagi kebanyakan orang, namun dapat bergeser menjadi kebutuhan primer bagi seorang pekerja yang pekerjaannya sangat bergantung pada komunikasi digital.


 

4. Jenis Kebutuhan Berdasarkan Waktu dan Subjek

a. Berdasarkan Waktu Pemenuhannya

Kebutuhan juga dapat dibedakan berdasarkan kapan kebutuhan tersebut harus dipenuhi.

      Kebutuhan Sekarang / Mendesak: Kebutuhan yang harus segera dipenuhi karena bersifat mendesak dan tidak dapat ditunda. Contohnya adalah kebutuhan akan obat ketika seseorang sedang sakit, atau kebutuhan akan makanan ketika seseorang sedang lapar.

      Kebutuhan Masa Depan: Kebutuhan yang pemenuhannya dapat direncanakan dan dipersiapkan jauh-jauh hari, misalnya melalui tabungan atau investasi. Contohnya adalah dana pendidikan anak atau persiapan dana pensiun.

b. Berdasarkan Subjek yang Membutuhkan

Ditinjau dari siapa yang membutuhkan, kebutuhan dapat dibedakan menjadi kebutuhan individu dan kebutuhan kolektif.

      Kebutuhan Individu: Kebutuhan yang bersifat perorangan dan pemenuhannya berbeda-beda antara satu orang dengan orang lain, misalnya kebutuhan akan buku pelajaran atau sepatu pribadi.

      Kebutuhan Kolektif: Kebutuhan yang menyangkut kepentingan bersama atau orang banyak, sehingga pemenuhannya biasanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau masyarakat secara kolektif. Contohnya adalah jalan raya, taman kota, dan fasilitas umum lainnya.


 

5. Jenis Kebutuhan Berdasarkan Sifat

Ditinjau dari sifatnya, kebutuhan manusia dapat dibedakan menjadi kebutuhan jasmani dan kebutuhan rohani. Kedua jenis kebutuhan ini sama-sama penting untuk menopang kehidupan manusia secara utuh, baik dari sisi fisik maupun psikis.

Kebutuhan Jasmani

Kebutuhan Rohani

Berkaitan dengan tubuh dan kondisi fisik manusia.

Berkaitan dengan jiwa, pikiran, dan kondisi psikis manusia.

Makanan bergizi

Ibadah dan spiritualitas

Pakaian dan tempat tinggal yang layak

Pendidikan dan motivasi diri

Olahraga dan istirahat yang cukup

Rekreasi dan hiburan

 

Keseimbangan Jasmani dan Rohani

Manusia yang sehat secara utuh adalah manusia yang mampu memenuhi kebutuhan jasmani dan rohaninya secara seimbang. Fokus berlebihan pada salah satu sisi saja — misalnya hanya mengejar kebutuhan fisik tanpa memperhatikan kesehatan mental dan spiritual — dapat menimbulkan ketimpangan dalam kualitas hidup seseorang.


 

6. Alat Pemuas Kebutuhan: Barang dan Jasa

Untuk memenuhi berbagai kebutuhan yang telah dijelaskan sebelumnya, manusia memerlukan alat pemuas kebutuhan. Secara garis besar, alat pemuas kebutuhan terbagi menjadi dua bentuk utama, yaitu barang dan jasa.

a. Barang (Goods)

Barang adalah alat pemuas kebutuhan yang berwujud fisik (tangible), sehingga dapat dilihat, diraba, disimpan, dan dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain. Contoh barang antara lain buku, mesin, makanan, dan pakaian. Karena wujudnya nyata, barang dapat dimiliki secara langsung oleh konsumen.

b. Jasa (Services)

Jasa adalah alat pemuas kebutuhan yang tidak berwujud (intangible), sehingga tidak dapat disentuh secara fisik, namun tetap memberikan manfaat nyata bagi penerimanya. Jasa umumnya berupa layanan yang diberikan oleh seseorang atau suatu pihak kepada pihak lain. Contoh jasa antara lain jasa potong rambut, jasa kurir pengiriman barang, dan jasa konsultasi dokter.


 

7. Klasifikasi Alat Pemuas Kebutuhan

a. Berdasarkan Cara Memperolehnya

      Barang Ekonomi: Barang yang membutuhkan pengorbanan biaya atau usaha tertentu untuk mendapatkannya karena jumlahnya terbatas dibandingkan kebutuhan manusia yang tidak terbatas. Sebagian besar barang yang diperjualbelikan di pasar merupakan barang ekonomi.

      Barang Bebas: Barang yang tersedia melimpah di alam sehingga dapat diperoleh tanpa memerlukan pengorbanan biaya, misalnya udara dan sinar matahari.

b. Berdasarkan Hubungannya dengan Barang Lain

      Barang Substitusi: Barang yang dapat menggantikan fungsi barang lain apabila barang tersebut tidak tersedia atau harganya naik. Contohnya kopi dapat digantikan dengan teh, atau mentega dapat digantikan dengan margarin.

      Barang Komplementer: Barang yang penggunaannya saling melengkapi dan hanya akan bermanfaat maksimal apabila digunakan bersamaan dengan barang lain. Contohnya mobil akan lebih bermanfaat jika digunakan bersama bensin.

 

Catatan Tambahan

Selain kedua klasifikasi di atas, alat pemuas kebutuhan juga sering diklasifikasikan berdasarkan proses pembuatannya (barang mentah, barang setengah jadi, dan barang jadi) serta berdasarkan tujuan penggunaannya (barang konsumsi dan barang produksi/modal). Klasifikasi-klasifikasi ini akan memperkaya pemahaman mengenai bagaimana suatu barang mengalir dari proses produksi hingga sampai ke tangan konsumen akhir.


 

8. Konsep Nilai Guna (Utility)

Nilai guna atau utility adalah kemampuan suatu barang atau jasa dalam memberikan manfaat atau kepuasan kepada penggunanya. Nilai guna suatu barang dapat meningkat melalui beberapa cara berikut ini.

Jenis Nilai Guna

Penjelasan

Contoh

Nilai Guna Bentuk (Form Utility)

Nilai suatu barang meningkat setelah mengalami perubahan bentuk.

Kayu gelondongan diubah menjadi kursi

Nilai Guna Tempat (Place Utility)

Nilai suatu barang meningkat ketika barang tersebut berada di lokasi yang tepat.

Perahu lebih berguna ketika berada di lautan

Nilai Guna Waktu (Time Utility)

Nilai suatu barang meningkat ketika digunakan pada waktu yang tepat.

Jas hujan lebih bernilai saat musim hujan

Nilai Guna Kepemilikan (Ownership Utility)

Nilai suatu barang meningkat ketika berada di tangan pemilik yang tepat.

Jala lebih bernilai bagi seorang nelayan

Nilai Guna Pelayanan (Services Utility)

Suatu hal menjadi berguna karena adanya nilai pelayanan yang diberikan.

Jasa angkutan umum, jasa tukang pangkas rambut

Nilai Guna Elemen (Elemental Utility)

Suatu hal menjadi berguna karena adanya nilai manfaat dari elemen atau kandungan di dalamnya.

Nasi dikonsumsi karena kandungan karbohidratnya


 

Rangkuman

      Kebutuhan bersifat esensial dan wajib dipenuhi untuk kelangsungan hidup, sedangkan keinginan bersifat pelengkap dan tidak mengancam kelangsungan hidup jika tidak terpenuhi.

      Kebutuhan seseorang dipengaruhi oleh faktor peradaban, lingkungan, agama dan adat istiadat, serta pendapatan, usia, dan pendidikan.

      Berdasarkan intensitasnya, kebutuhan terbagi menjadi kebutuhan primer, sekunder, dan tersier.

      Berdasarkan waktu dan subjeknya, kebutuhan terbagi menjadi kebutuhan sekarang/mendesak dan masa depan, serta kebutuhan individu dan kolektif.

      Berdasarkan sifatnya, kebutuhan terbagi menjadi kebutuhan jasmani dan kebutuhan rohani.

      Alat pemuas kebutuhan terdiri atas barang (berwujud) dan jasa (tidak berwujud).

      Alat pemuas kebutuhan diklasifikasikan berdasarkan cara memperolehnya (barang ekonomi dan barang bebas) serta hubungannya dengan barang lain (barang substitusi dan barang komplementer).

      Nilai guna (utility) suatu barang dapat meningkat melalui perubahan bentuk, tempat, waktu, kepemilikan, pelayanan, dan elemen/kandungan di dalamnya.

 

Penutup

Memahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan, beserta berbagai klasifikasi kebutuhan dan alat pemuas kebutuhan, merupakan fondasi penting dalam ilmu ekonomi. Pemahaman ini tidak hanya bermanfaat secara akademis, tetapi juga menjadi bekal berharga dalam mengelola keuangan dan sumber daya pribadi secara lebih bijaksana di kehidupan sehari-hari.

 

SILAKAN DOWNLOAD PPT DI LINK DIBAWAH INI

LINK PPT

Read more...

Kamis, Agustus 06, 2026

KONSEP DASAR ILMU EKONOMI : Masalah Ekonomi

0 comments

 RINGKASAN MATERI KONSEP DASAR ILMU EKONOMI

MASALAH EKONOMI

Memahami akar masalah ekonomi dan cara membuat keputusan yang lebih bijak dalam kehidupan sehari-hari.


1. Pendahuluan

Materi ini membahas mengapa manusia harus selalu membuat pilihan dalam kegiatan ekonomi. Akar dari seluruh persoalan ekonomi adalah kelangkaan (scarcity): sumber daya yang tersedia terbatas, sedangkan kebutuhan dan keinginan manusia tidak terbatas. Kondisi inilah yang kemudian melahirkan dua kelompok masalah pokok ekonomi, yaitu masalah ekonomi klasik (produksi, distribusi, konsumsi) dan masalah ekonomi modern (what, how, for whom).

2. Masalah Inti Ekonomi: Kelangkaan

2.1 Pengertian Kelangkaan


Definisi

Kelangkaan (scarcity) adalah kondisi ketika sumber daya ekonomi yang tersedia terbatas, sementara kebutuhan manusia bersifat tidak terbatas. Inti masalah ekonomi adalah: keinginan manusia selalu lebih besar daripada kemampuan untuk memenuhinya.

 

2.2 Kebutuhan Tak Terbatas sebagai Pemicu Utama

Kebutuhan dan keinginan manusia terus bertambah dari waktu ke waktu, sementara alat pemuas kebutuhan (barang dan jasa) jumlahnya terbatas. Ketimpangan inilah yang memaksa individu maupun masyarakat untuk membuat pilihan (choice) dalam memenuhi kebutuhannya.

Aspek

Masalah Ekonomi

Konsekuensi Nyata

Penjelasan

Kebutuhan dan keinginan manusia terus bertambah, sementara alat pemuas kebutuhan jumlahnya terbatas.

Kelangkaan memaksa individu dan masyarakat untuk membuat pilihan dalam memenuhi kebutuhan.

Prinsip Inti

Tidak semua kebutuhan dapat dipenuhi sekaligus — pilihan adalah keniscayaan.

Skala prioritas menjadi alat bantu utama dalam pengambilan keputusan ekonomi.

 

2.3 Faktor Penyebab Kelangkaan

Terdapat empat faktor utama yang menyebabkan terjadinya kelangkaan sumber daya:

No

Faktor

Penjelasan

1

Keterbatasan Alam

Benda pemenuh kebutuhan yang tersedia di alam jumlahnya terbatas dan tidak dapat diperbarui seketika.

2

Kerusakan Lingkungan

Ulah manusia merusak sumber daya alam, sehingga mengurangi ketersediaan alat pemuas kebutuhan.

3

Keterbatasan Kapasitas

Kemampuan manusia mengolah sumber daya ekonomi masih terbatas oleh teknologi dan kualitas SDM.

4

Pertumbuhan Kebutuhan

Kebutuhan manusia meningkat lebih cepat daripada ketersediaan sarana pemenuhannya.

 

2.4 Kapan Suatu Kondisi Disebut Langka?

Suatu kondisi baru dapat disebut sebagai kelangkaan apabila memenuhi tiga syarat berikut:

        Ada kebutuhan yang belum terpenuhi — tidak semua kebutuhan dapat dipenuhi secara bersamaan.

        Sumber daya terbatas — mencakup keterbatasan alam, tenaga kerja, modal, dan teknologi.

        Harus ada pilihan — tidak semua alternatif dapat diambil sekaligus, sehingga pilihan menjadi konsekuensi yang tidak terhindarkan.

 

2.5 Contoh Kasus Nyata di Kehidupan Sehari-hari

Beberapa contoh aktual yang memperlihatkan bagaimana kelangkaan terjadi di masyarakat:

Kasus

Penyebab

Dampak

Kelangkaan minyak goreng

Kenaikan harga CPO dunia dan gangguan rantai distribusi.

Harga melonjak, masyarakat harus antre atau membatasi pembelian.

Harga cabai melonjak saat kemarau panjang

Hasil panen menurun drastis akibat faktor cuaca/alam.

Harga di pasar naik tajam di berbagai daerah.

Krisis air bersih di musim kemarau

Keterbatasan sumber daya alam yang dapat diperbarui secara musiman.

Masyarakat harus membeli air atau menempuh jarak jauh.

3. Masalah Pokok Ekonomi

Masalah pokok ekonomi dibagi menjadi dua kelompok besar berdasarkan sudut pandang teori ekonomi: teori klasik dan teori modern.

3.1 Masalah Pokok Ekonomi Klasik

Teori klasik memandang masalah ekonomi dari tiga kegiatan utama, yaitu produksi, distribusi, dan konsumsi.

Kegiatan

Definisi

Keterangan / Pelaku

Produksi

Kegiatan menghasilkan atau menambah nilai guna suatu barang atau jasa.

Dilakukan oleh produsen. Contoh: pabrik yang mengubah bahan baku menjadi barang jadi.

Distribusi

Kegiatan menyalurkan barang atau jasa dari produsen ke konsumen.

Dilakukan oleh distributor, dapat berupa distribusi langsung maupun tidak langsung (melalui perantara).

Konsumsi

Kegiatan menghabiskan atau mengurangi nilai guna suatu barang atau jasa.

Dilakukan oleh konsumen, dapat berupa konsumsi langsung maupun tidak langsung.

 

3.2 Masalah Pokok Ekonomi Modern

Teori modern memandang masalah ekonomi melalui tiga pertanyaan mendasar yang harus dijawab oleh setiap pelaku ekonomi (individu, perusahaan, maupun negara):

Pertanyaan

Penjelasan

What? (Apa & Berapa Banyak)

Karena sumber daya terbatas, masyarakat harus memutuskan barang dan jasa apa yang akan diproduksi, serta berapa jumlahnya. Tidak mungkin memproduksi semua jenis benda pemuas kebutuhan sekaligus.

How? (Bagaimana Cara Memproduksi)

Berkaitan dengan pemilihan kombinasi sumber daya, pengelolaan biaya produksi agar tercapai laba maksimum dengan biaya minimum, serta pemilihan teknik produksi (padat karya atau padat modal).

For Whom? (Untuk Siapa)

Menentukan siapa yang memerlukan dan menikmati hasil produksi, serta bagaimana barang didistribusikan menurut tingkat pendapatan, kekayaan, atau kelompok masyarakat.

 

3.3 Faktor Penting dalam Menjawab "How"

        Bagaimana memilih kombinasi sumber daya yang digunakan dalam proses produksi.

        Bagaimana mengelola biaya produksi agar dengan biaya minimum diperoleh laba maksimum.

        Bagaimana memilih teknik produksi, apakah padat karya (mengutamakan tenaga kerja) atau padat modal (mengutamakan mesin/teknologi).

4. Perbandingan Ringkas: Klasik vs Modern

Aspek

Teori Klasik

Teori Modern

Fokus

Kegiatan ekonomi (produksi, distribusi, konsumsi)

Pertanyaan pengambilan keputusan (what, how, for whom)

Sudut Pandang

Alur proses ekonomi dari awal hingga akhir

Efisiensi dan keadilan alokasi sumber daya

Contoh Penerapan

Pabrik memproduksi → distributor menyalurkan → konsumen memakai

Perusahaan menentukan produk, metode produksi, dan target pasar

5. Kesimpulan

        Kelangkaan adalah akar dari seluruh masalah ekonomi: sumber daya terbatas, kebutuhan manusia tidak terbatas.

        Kelangkaan disebabkan oleh empat faktor: keterbatasan alam, kerusakan lingkungan, keterbatasan kapasitas manusia, dan pertumbuhan kebutuhan yang cepat.

        Masalah pokok ekonomi klasik berfokus pada tiga kegiatan: produksi, distribusi, dan konsumsi.

        Masalah pokok ekonomi modern berfokus pada tiga pertanyaan: what (apa), how (bagaimana), dan for whom (untuk siapa).

        Karena keterbatasan sumber daya, setiap individu, perusahaan, maupun negara harus membuat pilihan dan menyusun skala prioritas dalam pengambilan keputusan ekonomi.



PPT MATERI INI SILAKAN DI DOWNLOAD DI LINK BAWAH

LINK PPT


Read more...